Blog

Suatu hari ayah Majnun mengajaknya ke Mekah untuk beribadah, di depan ka’bah dia berkata kepada putranya, “Lihatlah, semoga engkau menemukan obat bagi sakitmu itu. Peganglah kiswah (kain penutup) Kakbah itu dan berdoalah agar Allah menghilangkan rasa rindu dendammu itu.” Mendengar nasihat ayahnya itu, Qais menangis dan tertawa sendiri. Sambil tangannya memegang kelambu Kakbah itu iaLanjutkan membaca

Bersantai di Taman Madinah

Ini tempat favorit kami waktu itu. Tempatnya tidak jauh dari hotel kami menginap di Madinah. Saya agak lupa bagaimana mendeskripsikan jalannya. Seingat saya dari arah pemakaman baqi’ mencari arah masjid bilal. Taman ini asri dengan banyak kursi panjang tempat bersantai. Di sekitarnya ada banyak toko menjual makanan dan oleh-oleh. Biasanya setelah dari Roudhoh di pagiLanjutkan membaca “Bersantai di Taman Madinah”

Dalam Doaku

Dalam doaku subuh ini kau menjelma langit yang semalaman tak memejamkan mata, yang meluas bening siap menerima cahaya pertama, yang melengkung hening karena akan menerima suara-suara Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala, dalam doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang hijau senantiasa, yang tak henti-hentinya mengajukan pertanyaan muskil kepada angin yang mendesau entah dari manaLanjutkan membaca “Dalam Doaku”

syair cinta

Pada mulanya adalah kamu. Baru kemudian ada para wanita Dua puluh tahun aku menulis tentang cinta, masih saja aku di halaman pertama. Kautanyaiku, Kekasih, “Apa bedaku dengan langit?” Bedanya, saat kau tertawa, aku lupa tentang langit. Biar aku berkata padamu dengan diam kala kata-kata tak mampu mengungkap yang kuderita. Kusuka diammu, sebab ia sekaligus segalaLanjutkan membaca “syair cinta”

Allah selipkan luka pada setiap cinta, agar kita tak menjadikannya berhala

cinta _Rumi_

Inilah cinta: untuk terbang ke langit tersembunyi, untuk menjatuhkan ratusan penghalang di setiap momen. Pertama kita membiarkan hidup pergi. Dan kemudian, kita mengambil langkah tanpa kaki.”

احبك

نزار قباني أحبّك أحبّك والبقيّة تأتيحديثك سجادةٌ فارسيّه.. وعيناك عصفورتان دمشقيّتان..تطيران بين الجدار وبين الجدار.. وقلبي يسافر مثل الحمامة فوق مياه يديك،ويأخذ قيلولةً تحت ظل السّوار.. وإنّي أحبّك..لكن أخاف التّورط فيك، أخاف التّوحد فيك،أخاف التّقمص فيك، فقد علمتني التّجارب أن أتجنب عشق النّساء،وموج البحار.. أنا لا أناقش حبّك.. فهو نهاري ولست أناقش شمس النّهار أناLanjutkan membaca “احبك”

Menikah itu nasib, mencintai itu takdir. Kamu bisa berencana menikahi siapa, tapi tak dapat kau rencanakan cintamu untuk siapa. Puncak kangen yang paling dahsyat itu ketika dua orang tidak saling menelepon, SMS, BBM dan lain-lain tetapi keduanya diam-diam saling mendoakan mbahtedjo

jarak adalah pemisah raga dan bukan rasaIzinkan aku mencium sebutir debu yang melekat di ujung sepatumu.. Zawawiimron

Memuat…

Terjadi kendala. Silakan muat ulang halaman dan/atau coba kembali.


Ikuti Blog Saya

Dapatkan konten baru yang dikirim langsung ke kotak masuk Anda.

%d blogger menyukai ini: